Wawasan Teologi & Eklesiologi

Wawasan Misioner dan Kemuridan

Gereja terpanggil untuk menunaikan tugas panggilan pelayanan sebagai bagian dari tindakan Allah yang memanggil umat percaya untuk melaksanakan misi Allah di dalam dunia (Mat.25:35-40; Luk.4:18,19; 1 Pet.2:9-10; Rm.12:6-8). Berlandaskan pada pemahaman ini maka, para pelayan khusus maupun jemaat serta lembaga diharapkan berupaya melakukan kewajibannya sebagai agen misio dei dalam menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah di tengah dunia dengan berpolakan pada teladan Yesus sebagai Tuhan dan kepala gereja (Ef.1:22-23; 2:11-12).

Wawasan Teologi Dunia sebagai Tubuh Allah

“The world is our meeting place with God”, kata McFague dunia adalah transparansi diri Allah, ekspresi diri Allah yang paling nyata. Allah dan dunia mempunya hubungan yang saling berhubungan (bnd. Yoh 1:14a). Dimana Allah berelasi dengan dunia secara langsung, seperti kita dengan tubuh kita sendiri, Allah ada dalam semua bagian dunia. Tak satu pun tempat di dunia ini asing bagi Allah. Ia berhubungan dengan semua yang ada secara simpatik, sebab Ia termasuk bagian dari “cerita” dunia ini. Allah mencintai dunia ini bukan dengan cinta narcisistik tapi cinta seorang ibu, sahabat, dan kekasih. Daya cintaNya memelihara, merawat dan menyuburkan. Metaphor ini memperlihatkan kepedulian dan tanggung jawab Allah yang besar sebagai Pencipta atas semua bentuk kehidupan di muka bumi. Manusia mempunyai kedudukan khusus sebagai imago dei, partner Allah. Hal ini berarti manusia adalah mitra, rekan Allah dalam memelihara dan mengurus dunia. Ini adalah suatu aturan yang bersifat wajib, dan jika manusia tidak melakukannya maka dapat dikatakan ia melanggar kehendak Allah atau berdosa. Manusia berkewajiban menata dan mengurus rumah bersama ini (dunia) menjadi tempat hunian yang nyaman dan harmonis. Manusia ditantang untuk mengembangkan daya mencinta, menata, dan memelihara kelangsungan hidup di bumi ini. Dengan demikian jemaat  sebagai bagian dari tubuh Kristus memiliki kewajiban untuk menjaga dan merawat kelestarian lingkungan. Jikalau bumi tempat berpijaknya mengalami krisis lingkungan, maka sudah semestinya seluruh warga gereja membangun kepekaan mereka terhadap lingkungan hidup.

Wawasan Berjalan Bersama (Sun hodos)

Berjalan bersama berasal dari akar kata bahaya Yunani sunhodos. Kata ini tidak terdapat di dalam alkitab. Tetapi akar katanyaa terdapat dalam alkitab, sunodeuo (Kis.9:7) dan Sunodia (Luk.2:44) yang berarti seperjalanan. Sehingga sunhodos berarti seperjalanan, berpikir bersama, bertindak bersama. Gereja adalah satu persekutuan tubuh Kristus, yang berjalan bersama, berpikir bersama, dan bertindak bersama. Karena itu didalam gereja tidak ada tuan atau pun hamba, melainkan umat maupun presbiteros (para pelayan khusus) sama-sama memiliki konsep teman seperjalanan dalam memberitakan tanda-tanda Kerajaan Allah di bumi. Mereka memiliki tanggung jawab untuk memikirkan dan menggagas konsep terhadap tanggung jawab misio dei bersama-sama, dan melakukan konsep tersebut bersama pula. Konsep ini memberikan penegasan bahwa sesungguhnya tanggung jawab bergereja tidak hanya menjadi tanggung jawab para pelayan khusus tetapi juga tanggung jawab jemaat yang adalah bagian dari tubuh Kristus.