Pembangunan Jemaat

  • LATAR BELAKANG

Salah satu ciri organisme atau makhluk hidup adalah pertumbuhan. Pertumbuhan menjadi tanda utama dari kehidupan. Gereja adalah organisme  kompleks yang harus mengalami pertumbuhan. Mengapa ?  Karena pertumbuhan adalah tanda gereja Tuhan yang sehat. Ada3 (tiga) komponen pertumbuhan Gereja : (1). Pertumbuhan Kuantitas (Kis. 1:15 ;2:41;4:4;6:7), (2). Pertumbuhan Kualitas (Kis. 2:42-47 ; 4:32-37) dan (3). Pertumbuhan Organik (kelembagaan dan struktur). Untuk mencapai pertumbuhan yang seimbang dan saling mendukung antar  komponen di atas,  Gereja sebagai organisasi dan persekutuan  harus memiliki perencanaan jangka panjang agar dapat  menjawab pertanyaan mendasar : “Siapakah kita?, “Kemana kita pergi?”, “Bagaimana kita ke sana?”, “Apa makna (keberadaan) kita?”. Perencanaan jangka panjang dimaksud adalah sebuah perencanaan strategis pelayanan atau misi gereja.

Perencanaan strategis adalah bagian dari manajemen perencanaan yang dapat membantu gereja mengungkapkan visinya dan mengidentifikasi langkah-langkah menuju visi tersebut. Ia adalah sebuah pendekatan yang berkelanjutan atas pemikiran strategis terhadap pelayanan masa depan. Menciptakan fokus dan kemampuan gereja terhadap perubahan internal-eksternal dalam perjalanannya. Suatu proses agar gereja melihat dirinya dan lingkungannya dan berusaha mengoptimalkan “fungsi” dan keberadaannya bagi lingkungan tersebut.

GMIM secara kelembagaan atau organisasi, dalam menjalankan misi telah melakukan inovasi perencanaan program dan anggaran belanja pelayanan dari aras sinode dengan menggunakan Rencana Strategis sejak periode 2005-2-010 dan diharapkan implmentasinya sampai ke aras jemaat (Tata Gereja GMIM Peraturan tentang Sinode Bab II Psl.6 ayat 5 ; Bab IV Psl.8 ayat 2,3,5 dan Peraturan tentang Jemaat Bab V Psl. 14 ayat 2 dan Bab IV Psl.9 ayat 2).

Jemaat Sentrum Manado sebagai bagian dari pelaksana program sinodal, sejak tahun 2014 telah menyesuaikan pola penyusunan program dan anggaran belanja menurut Renstra GMIM, meskipun belum secara keseluruhan.

Pada awal perjalanan pelayanan periode 2018 -2021, Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Sentrum Manado berusaha menyusun sebuah perencanaan strategis pelayanan untuk pembangunan jemaat yang mengacu pada dokumen Renstra GMIM. Proses penyusunan Renstra untuk Pembangunan Jemaat Sentrum Manado Periode 2018 -2021 dimulai dengan pendalaman bersama Tata Gereja,  Landasan Teologis Penyusunan Program untuk Pembangunan Jemaat, Identifikasi isu-isu strategis Jemaat secara bersama dalam Pertemuan BPMJ, Pelayan Khusus Kolom 1 s.d 16, Komisi Kategorial BIPRA dan KP Lansia serta Penetapan Tim Perumus Renstra Jemaat.

DASAR

  • Kesaksian Alkitab dalam :

Kis. 2:42-47 ; 4:32-37 : Cara Hidup  dan Pertumbuhan Jemaat yang Pertama

Markus 6 : 38          : “Berapa banyak roti yang ada padamu ? Cobalah periksa !”

Yeremia 1:4-10      : Yeremia dipanggil dan diutus.

Mazmur 20 : 5     : “Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kau kehendaki dan dijadikanNya berhasil apa yang kau rancangkan”.

Mazmur 127:1     :     “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga”.

Amsal 15 : 22 :    “Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak”

Amsal 16 : 3   :    “Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu”.

Amsal 20 : 18 :    “Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat”.

Lukas 14 : 28  :    “Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu ?”

Kolose 3 : 23 :    “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia”.

  • Tata Gereja GMIM Peraturan tentang Jemaat Bab II Psl. 2 dan 3 ; Bab V Psl. 14 ayat 2 dan Bab IV Psl.9 ayat 2).
  • Tata Gereja GMIM 2016 Peraturan tentang Sinode Bab II Psl.6 ayat 5 ; Bab IV Psl.8 ayat 2,3,5.

TUJUAN

  1. Menjabarkan amanat dan panggilan GMIM secara praktis oleh Jemaat.
  2. Megidentifikasi masalah atau Problematika pelayanan Jemaat secara riil.
  3. Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan atau pembangunan jemaat secara terukur.
  4. Menjadi pedoman penyusunan program tahunan secara progresif dan berkelanjutan.
  5. Menjadi alat evaluasi perkembangan pelayanan dan implementasi program periode selanjutnya.